Pawai Ogoh-Ogoh di Pura Segara Kenjeran Surabaya Berlangsung Meriah dan Kondusif

Oplus_131072
Surabaya|metrosoerya.com, – Ratusan umat Hindu di Surabaya mengikuti Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 di Pura Segara, Kompleks TNI-AL Kenjeran, Jumat (28/3). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17.20 WIB ini dihadiri oleh sekitar 700 orang dan berjalan dengan aman serta kondusif.
Pawai ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang bertujuan untuk menyucikan diri dan menghilangkan segala bentuk energi negatif. Ketua Pengurus Pura Segara Surabaya, Letkol Laut (KH) I Wayan Wijana, S.Si., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara ini, di antaranya Pangkoarmada II Laksda TNI Igung Putu Alit Jaya, SH., M.Si., Danlantamal V/Surabaya Laksma TNI Arya Delano, SE., M.Pd., M.Han., serta perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya, Kejari Surabaya, dan berbagai organisasi Hindu di Jawa Timur.
Rangkaian Acara Pawai Ogoh-Ogoh
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan pengamanan yang dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Kenjeran, Iptu M. Andi SZ. Setelah itu, para tamu undangan dan peserta mulai berdatangan ke lokasi, disambut dengan berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Sekar Jagad, Tari Barong, dan demo musik dari Baruna Sakti Swara serta Taruna Banjar Kenjeran Surabaya.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kota Surabaya, Ir. I Ketut Gotra, S.Ag., menekankan bahwa Pawai Ogoh-Ogoh merupakan simbol pemurnian diri dan menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, serta alam. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya atas dukungan penuh terhadap prosesi perayaan Nyepi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr. Ikshan, S.Psi., MM., yang mewakili Wali Kota Surabaya, menegaskan bahwa Nyepi bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga cerminan nilai-nilai toleransi dan keberagaman di Surabaya. Ia berharap di tahun mendatang, Pawai Ogoh-Ogoh dapat digelar di Halaman Balai Kota Surabaya sebagai simbol kebersamaan antarumat beragama.
Pernyataan Kapolsek Kenjeran
Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., memastikan bahwa pengamanan selama kegiatan berlangsung berjalan lancar dengan dukungan dari personel kepolisian, TNI, dan pihak terkait lainnya.
“Kami telah menyiapkan pengamanan yang maksimal untuk memastikan kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh berjalan dengan tertib dan aman. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik tanpa gangguan, dan kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam menjaga kondusivitas,” ujar Kompol Yuyus.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Surabaya, yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan keberagaman.
Rute dan Prosesi Pawai
Pawai Ogoh-Ogoh dimulai dari Halaman Parkir Timur Pura Segara, melalui Jl. Memet Sastrowiryo, Jl. Tugiman, Jl. Wiratno, Jl. Nyoman Toya, dan kembali ke titik awal di Pura Segara. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan lancar hingga pukul 17.20 WIB.
Sebagai bagian dari tradisi, Ogoh-Ogoh yang diarak melambangkan sifat-sifat negatif yang kemudian akan dimusnahkan dalam prosesi Tawur Agung Kesanga. Upacara ini menjadi simbol penyucian diri sebelum umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Pawai Ogoh-Ogoh tahun ini, diharapkan semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Kota Surabaya semakin erat.
(@gus)