Agustus 31, 2025

Metrosoerya.com

Berani, Tegas & Tajam

Zahlul Yussar: KONI Sidoarjo Harus Dievaluasi Besar-Besaran Karena Gagal Pertahankan Runner-up Di Porprov Ke IX

Spread the love

Sidoarjo – Metrosoerya.com.- Di event Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jatim ke IX tahun 2025 yang berlangsung di Malang Raya tim Porprov Kabupaten Sidoarjo dinilai gagal total dalam mempertahankan juara 2 (runner-up). Hal itu  mengundang pertanyaan besar sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, salah satunya Zahlul Yussar, S.I.Kom, Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo.

Dalam hearing di ruang Sidang Paripurna (14/7/2025, red) Ketua Komisi D Dhamroni sempat gusar kepada Ketua KONI Sidoarjo Imam Mukri karena gagal mempertahankan juara 2 (runner-up). Bahkan Dhamroni meninggalkan ruang hearing (walkout) padahal dengar pendapat belum selesai.

Setelah hearing selesai, Zahlul Yussar selaku Sekretaris Komisi D dan juga Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo menegaskan bahwa kegagalan di Porprov tersebut disebabkan banyak hal.

Diantaranya, non teknis, ia menjelaskan bahwa kekalahan yang disebabkan non teknis menjadi pelajaran berharga bagi KONI Sidoarjo. Komunikasi penting dilakukan oleh Koni Sidoarjo kepada pihak panitia penyelenggara.

Salah satu Cabor (cabang olahraga) berkuda yang kekalahannya disebabkan non teknis dicurangi panitia. Padahal Cabor yang menjadi lumbung medali emas itu tidak satupun medali disabet, sebelumnya di Porprov ke VIII di Sidoarjo berkuda mendapatkan semua medali emas yang dilombakan.

“Padahal medali emas sudah dikalungkan ke leher atlet akhirnya dianulir oleh juri dengan alasan diskualifikasi dan emas disematkan kepada atlet tuan rumah,” jelas Yussar yang juga Ketua Pordasi Sidoarjo dengan nada kecewa.

Lanjutnya, ia sempat mempertanyakan keberadaan KONI Sidoarjo diwaktu itu dan tidak ada tindakan yang dilakukan. “Ya enggak tahu, yang jelas kita enggak tahu apa ini tentang permasalahan itu, KONI di mana sebenarnya disaat kita dicurangi?. Akhirnya, keputusan pada dewan juri,” jengkelnya

Legislator yang duduk di kursi DPRD Sidoarjo dua periode itu menghimbau KONI Sidoarjo agar menjalin komunikasi yang baik dengan atlet dan juga dengan KONI lama untuk memberikan masukan prihal non teknis yang terjadi dilapangan.

KONI Sidoarjo harus dievaluasi besar-besaran didalam pengurusan tersebut karena penunjukan Ketua KONI dinilai prematur, “Kita menyayangkan ada sebuah renggang komunikasi terhadap cabor-cabor dan kita instruksikan seluruh pengurusan KONI Kabupaten Sidoarjo untuk bisa segera koordinasi apapun yang menjadi tanggung jawab KONI segera diselesaikan,” tegas Yussar yang juga menjabat Ketua IMI Sidoarjo.

Ia berharap di Porprov yang akan datang KONI Sidoarjo membuat rencana program supaya bisa memperbaiki posisi di pekan olahraga yang diselenggarakan tiap dua tahun tersebut.

“Kita berharap betul pada KONI Sidoarjo untuk benar-benar bisa membuat planning plan untuk 2027 yang akan datang.  Jadi nggak ibaratnya ngawur dan nggak punya program dan sebagainya.  Membuat program itu untuk ke 2027-nya dan yang jelas minimal kita harus bisa mengembalikan semangatnya para atlet Sidoarjo,” harap Yussar.

Perlu diketahui untuk Porprov ke IX Pemda Sidoarjo menggelontorkan dana sebesar Rp.16,5 miliar dan atlet Sidoarjo yang ikut event dua tahunan tersebut sebanyak 1200 atlet, medali emas yang disabet malah melorot.

Adapun di Porprov ke VIII tahun 2023 atlet Sidoarjo yang ikut dalam pertandingan Cabor sebanyak 800 atlet, medali emas yang didapat lebih banyak. (yun/znr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!