Gresik, Metrosorya.Com – Nasib malang menimpa para petani di Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Belum hilang rasa lelah akibat hantaman banjir pada akhir tahun 2025 lalu, kini mereka harus menghadapi acaman gagal panen akibat serangan hama tikus yang merajalela.
Puluhan Hektar lahan persawahan di wilayah tersebut tampak rusak. Batang padi yang baru mulai tumbuh terlihat terpotong – potong berserakan di tanah akibat gigitan hewan pengerat tersebut.
Salah satu petani setempat, Sikan mengungkapkan bahwa perjuangan mereka di musim tanam kali ini sangat berat. Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, luapan air sempat merendam sawah mereka hingga memaksa petani melakukan tanam ulang berkali – kali karena bibit mati membusuk.
“Kami sudah rugi banyak di bibit dan pupuk karena sawah terendam banjir kemarin. Sekarang, saat padi mulai tumbuh malah dimakan tikus. Serangannya sangat cepat, dalam semalam saja satu petak banyak yang berlubang.” keluh Sikan,Rabu(14 Januari 2026).
Hama tikus ini menyerang bagian batang padi, setiap malam jaga ke sawah dan pemasangan jebakan telah dilakukan secara mandiri namun populasi tikus sangat banyak membuat petani kewalahan.
Kini, Sikan warga Desa Tulung hanya bisa berharap adanya bantuan atau solusi nyata dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Ia sangat membutuhkan bantuan berupa obat – obatan pembasmi hama maupun pendampingan teknis agar kerugian tidak semakin membengkak dan terhindar dari ancaman gagal panen.”Harapnya.(dik)













