HATI – HATI! JARINGAN PENIPUAN BERKEDOK JUAL BELI (KREDIT) MOBIL

Daerah495 Views
banner 468x60
Spread the love

Metrosoerya, com|Lumajang,22 Januari 2016. Hati – hati bagi semua lapisan masyarakat,khususnya bagi masyarakat yang lagi mencari mobil second (bekas).Karena saat ini penipuan dengan modus kredit mobil sudah merajalela.

Sungguh hal ini sangat meresahkan masyarakat,bahkan sangat merugikan bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan ini.

banner 336x280

Baru – baru ini di Kabupaten Lumajang telah ada korban dari modus penipuan ini,dengan modus awal yaitu menawarkan mobil second (bekas) dengan cara kredit dengan uang muka (DP) yang terjangkau.

Setelah korban tertarik,lalu jaringan ini meminta pihak korban menyerahkan identitas diri berupa KTP dan KK dengan alasan untuk di cek (BI CHECKING).

Setelah orang yang mengajukan kredit (korban) menyerahkan KTP dan KK,dalam selang beberapa hari jaringan ini mengabari pihak korban dengan dalih kalau data BI Checking tidak ada masalah /ok.

Setelah jaringan ini mengabari korban tentang hasil BI Checking , lalu jaringan ini meminta pihak korban untuk melihat mobil yang di janjikan akan di kreditkan ke pihak korban.
Setelah Korban melihat mobil, lalu jaringan ini meminta uang muka kepada pihak korban.

Setelah pihak korban menyerahkan uang DP ke jaringan ini,lalu mobil tersebut di suruh bawa pulang ke korban walaupun belum di proses secara adminstratif ke pihak leasing.

Selang beberapa hari,lalu datanglah salah satu orang yang mengatas namakan salah satu leasing untuk memproses pengajuan kredit tersebut.
Tetapi saat di proses,oknum yang mengaku dari leasing ini memproses pencairan dana dengan jaminan BPKB,bukan proses kredit mobil.

Proses pun terlihat janggal di karena kan saat korban menanda tangani berkas – berkas yang di tunjukkan,tidak ada satupun berkas yang tertempel materai.

Oknum yang mengaku dari pihak leasing ini juga meminta uang materai sebanyak 50 ribu untuk materai (walaupun di berkas yang di tanda tangani oleh korban tidak ada satu materai pun yang tertera atau tertempel di kertas tersebut.
Oknum itu juga meminta pihak korban untuk membayar asuransi 100 ribu.

Hal ini sudah keluar dari akad awal tentang kredit mobil,yang seharusnya jika kredit mobil maka yang di proses adalah tentang persyaratan kredit mobil,dan pastinya yang di tawarkan juga saat kredit mobil seharusnya asuransi Mobil All Risk atau TLO.
Tapi fakta di lapangan adalah bukan kredit mobil yang di proses,melainkan yang di proses adalah pencairan BPKB (Pinjaman dana dengan jaminan BPKB).
Tentu kalau yang di proses pencairan dana BPKB, maka asuransi All risk / TLO tidak akan ada,karena sudah beda yang di proses antara proses Kredit mobil dengan proses Peminjaman dana dengan jaminan BPKB.

Setelah Proses ke leasing sudah di tanda tangani, selang beberapa hari ada salah satu dari jaringan ini yang mengabari kalau pengajuan proses pencairan / pinjaman dana jaminan BPKB di tolak.

Tetapi salah satu oknum dari jaringan ini masih menjanjikan ke pihak korban untuk membantu pengajuan ke pihak leasing lainnya.

Tapi sebelum di proses ke pihak leasing lain,mobil yang dulu nya di suruh di bawa pulang ke korban tiba tiba di ambil di tengah jalan oleh salah satu oknum lain dari jaringan ini tanpa mengembalikan uang muka /DP korban.

Hal ini sangat meresahkan bagi masyarakat,tentunya bagi masyarakat yang punya ke inginan untuk memiliki mobil dengan cara kredit .

Jadi kami Himbau supaya Aparat Penegak Hukum untuk dapat membersihkan dan bertindak tegas terhadap oknum oknum /jaringan penipuan yang ber moduskan kredit mobil ini.

Dan Juga kami Himbau bagi masyarakat yang akan mengajukan kredit mobil supaya jangan memberikan uang muka / DP dulu sebelum proses administratif di laksanakan dan keluar hasilnya.Karena takut akan terjadi lagi korban korban selanjutnya.@(Tim Pnjang)

edisi 1.
Tunggu edisi selanjutnya.

banner 336x280