Hangatnya Ramadan di Gereja Santo Yusuf Karang Pilang: Buka Puasa Bersama Jadi Simbol Kerukunan

Metropolis21 Views
banner 468x60
Spread the love

Surabaya|metrosoerya.com – Suasana berbeda terlihat di halaman Gereja Katolik Santo Yusuf Karang Pilang, Minggu sore (15/3/2026). Di tengah bulan suci Ramadan, gereja yang berada di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang itu justru dipenuhi warga dari berbagai latar belakang agama yang berkumpul untuk satu tujuan yang sama: berbuka puasa bersama.

Menjelang waktu magrib, kursi-kursi telah tertata rapi di halaman gereja. Warga berdatangan dengan wajah ramah dan senyum hangat. Pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat, pengurus PKK, Karang Taruna, hingga aparat setempat tampak duduk berdampingan.

banner 336x280

Tak ada sekat agama maupun perbedaan yang terasa. Yang tampak hanyalah suasana kebersamaan dan kehangatan antarsesama warga.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Romo Joko Santoso ini menjadi momen sederhana namun sarat makna. Di tengah suasana Ramadan, gereja membuka ruang silaturahmi bagi warga sekitar yang mayoritas tengah menjalankan ibadah puasa.

Perwakilan takmir musholla setempat, Mamad, mengaku terharu melihat kebersamaan yang tercipta dalam acara tersebut.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat bisa hidup rukun, saling menghargai, dan saling menjaga kebersamaan,” ujarnya kepada awak media Metro Soerya.

Hal senada juga disampaikan oleh panitia kegiatan, Atik, yang merasakan kehangatan dalam acara tersebut.

“Saya sangat senang bisa berbaur dengan masyarakat tanpa ada sekat. Rasanya hangat sekali melihat warga berkumpul dan berbagi kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kebraon Karang Pilang, Maksum, berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Surabaya.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa semakin sering diadakan di kampung-kampung. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk bermusuhan. Justru dari perbedaan itu kita belajar saling menghargai dan menjadi lebih dewasa,” tuturnya.

Babinsa setempat, Anwar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai mampu mempererat persaudaraan antarwarga.

“Kegiatan seperti ini sangat positif bagi masyarakat. Harapannya tradisi kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar persatuan dan kerukunan tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Joko Santoso menegaskan bahwa gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama.

Ia berharap Gereja Katolik Santo Yusuf Karang Pilang dapat terus menjadi simbol keterbukaan serta jembatan persaudaraan antarumat beragama di wilayah Karang Pilang.

Saat azan magrib akhirnya berkumandang, suasana hening sejenak. Segelas air dan hidangan sederhana menjadi penanda waktu berbuka puasa. Namun lebih dari itu, momen tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah keberagaman, masyarakat masih dapat duduk bersama dalam damai.

Ramadan sore itu pun meninggalkan pesan sederhana namun kuat: kerukunan tidak hanya dibicarakan, tetapi juga dirawat dan dirayakan bersama. (Pedcomm)

Penulis : Arifin Bedor

Editor : @gus

banner 336x280