Kepemimpinan Kombes Rama Samtama Putra dan Banyuwangi yang Tetap Kondusif

Kepolisian899 Views
banner 468x60
Spread the love

Banyuwangi ,MetroSoerya.com.-Pertanyaan “datang ke Banyuwangi mencari poin atau koin?” yang pernah dilontarkan Hakim Said, S.H., Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, menjadi penanda awal kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. saat pertama menjabat Kapolresta Banyuwangi.

Jawaban Rama kala itu tegas.

banner 336x280

“Saya datang ke Banyuwangi bukan untuk mencari poin atau koin, tetapi untuk pengabdian,” ujarnya.

Selama satu tahun tiga bulan memimpin, pernyataan tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Stabilitas kamtibmas Banyuwangi relatif terjaga di tengah tingginya dinamika sosial, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Namun Rama secara terbuka menegaskan bahwa kondusivitas tersebut bukan hasil kerja polisi semata.

“Kondusivitas Banyuwangi ini terjaga karena peran seluruh elemen masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengakui adanya keterbatasan internal institusi yang dipimpinnya.

“Saya tidak sempurna. Masih ada anggota yang belum melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai regulasi. Itu menjadi evaluasi dan pembenahan bersama,” tambah Rama.

Pendekatan humanis kepolisian dilakukan melalui dialog rutin dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi masyarakat, serta respons cepat pengaduan publik, termasuk melalui layanan digital WA Wadul Kapolresta. Sinergi dengan Pemkab Banyuwangi, TNI, dan masyarakat sipil turut memperkuat stabilitas daerah.

Atas kepemimpinannya yang dinilai menghargai kearifan lokal dan menjaga harmoni sosial, Rama Samtama Putra bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banyuwangi, Ny. Nova Rama Samtama Putra, mendapat apresiasi dari tetua adat dan masyarakat Osing Banyuwangi.

Di sisi kelembagaan, Rama mendorong penguatan reformasi birokrasi. Polresta Banyuwangi yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diarahkan naik kelas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui pembenahan layanan, pengawasan internal, dan budaya kerja berintegritas.

Hakim Said menilai komitmen tersebut konsisten sejak awal.

“Beliau tidak sibuk membangun citra, tetapi membangun sistem. Pengabdiannya terasa dan berdampak,” ujar Hakim.

Mutasi Rama Samtama Putra ke jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua dipandang sebagai bentuk kepercayaan institusi atas rekam jejak dan integritas kepemimpinannya.

Di Banyuwangi, ia meninggalkan satu pesan sederhana: pengabdian tidak diukur dari panggung, melainkan dari dampak nyata. Pertanyaan “poin atau koin?” pun dijawab dengan kerja, bukan kata.(Puji)

banner 336x280