Aktivis Juga Tokoh Masyarakat Angkat Bicara ” Kalau Tahun Ini Bukan Tahun Retorik, Dan Desak Pejabat Untuk Evaluasi Pergantian Bupati Kalau Tdk Bisa Pertanyaan Rakyat

Daerah, Umum94 Views
banner 468x60
Spread the love

 

Banyuwangi,MetroSoerya.com.- Aktivis dan tokoh masyarakat Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum perubahan kepemimpinan daerah, menyusul semakin kuatnya penilaian publik bahwa kepemimpinan bupati saat ini gagal menjawab persoalan mendasar rakyat.

banner 336x280

Menurut Amir, kegagalan tersebut tidak lagi bersifat asumsi, melainkan terlihat nyata di lapangan: pelayanan publik yang lamban, kebijakan yang tidak menyentuh kebutuhan rakyat kecil, serta minimnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kalau rakyat masih mengeluh soal pelayanan, ekonomi makin sulit, dan kebijakan tidak berpihak pada kepentingan umum, maka itu bukan persepsi — itu bukti kegagalan kepemimpinan. 2026 tidak boleh diisi pemimpin yang sama dengan pola yang sama,” tegas Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA).

Ia menilai, selama ini kepala daerah lebih sibuk membangun citra dan narasi keberhasilan, sementara substansi persoalan rakyat dibiarkan berlarut-larut. Ketimpangan sosial, lemahnya akses layanan dasar, dan kurangnya transparansi kebijakan menjadi indikator bahwa pemerintah daerah tidak bekerja sesuai mandat rakyat.

Amir juga menekankan bahwa jabatan publik bukan hak milik pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan politik. Ketika seorang bupati tidak mampu menunjukkan hasil nyata, maka pergantian kepemimpinan adalah konsekuensi demokrasi yang sah dan perlu.

“Rakyat tidak butuh pemimpin yang pandai bicara, tapi pemimpin yang berani bekerja dan berpihak. Jika itu tidak dilakukan, maka 2026 adalah waktunya rakyat menentukan arah baru,” lanjutnya.

Lebih jauh, Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA) mengajak masyarakat sipil, aktivis, dan elemen rakyat untuk tidak diam, serta aktif mengawal proses demokrasi agar pergantian kepemimpinan benar-benar menghadirkan pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan elit.

Rilisan ini menjadi penegasan sikap kritis masyarakat bahwa kegagalan kepemimpinan daerah tidak boleh terus ditoleransi dan harus dijawab dengan perubahan nyata melalui mekanisme demokrasi.

Narasumber:
Amir Marufkhan (RAJA ANGKASA)
Aktivis & Tokoh Masyarakat (Puji)

banner 336x280