Gresik, – Metrosoerya.Com – Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ujungpangkah untuk perencanaan anggaran tahun 2027. Dalam forum strategis ini, Wabup Alif menegaskna bahwa usulan yng masuk harus bersifat “Super Prioritas” demi efektivitas APBD.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran anggota DPRD Gresik, diantaranya Gus Imron (Fraksi PKB) dan Gus Qurdi (Fraksi Gerindra), Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi, unsur Forkopimcan, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Dalam arahannya, Wabup Alif mengingatkan bahwa Musrenbang bukan sekedar seremoni tahunan, melainkan gerbang utama utuk penyusunan anggaran yang di pantau ketat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Musrenbang adalah fondasi apa yang tidak diusulkan disini sulit masuk ke APBD. KPK memantau konsistensi antara dokumen perencanaan dan realisasi anggaran.
Sektor infrastruktur menjadi sorotan utama. Wabup mengintruksikan perbaikan jalan dengan kategori kerusakan terberat untuk segera dituntaskan, khususnya ruas Tanjungawan – Glatik dan Kebonagung -Gosari. Langkah ini diambil agar mobilitas warga lancar dan berdampak langsung pada ekonomi.
Selain itu, sisi kemanusiaan tidak luput dari perhatian, Wabup meminta para Kepala Desa segera memetakan usulan untuk 121 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) diwilayah Ujungpangkah dengan klasifikasi kerusakan yang jelas (ringan, sedang, berat) agar bantuan tepat sasaran.”Tegas Wabup Alif dihdapan para kepala Desa, Jumat (6/2).
Sementara itu, Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi melaporkan tatangan serius berupa banjir rob akibat angin barat. Titik paling kritis berada di Desa Ngimboh dimana plengsengan penahan gelombang kerap jebol setiap tahun.
“Kami mengapresiasi kontribusi PT. Urela yang konsisten membanyu pengurukan jalan darurat agar akses transportasi masyarakat tidak terputus total saat bencana melanda.” ujar Shofwan Hadi.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan akses menuju pusat pelayanan publik seperti Kantor Kecamatan, KUA, dan Puskesmas. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci penguatan potensi lokal Ujungpangkah, mulai dari sektor perikanan, produksi jeruk nipis, hingga wisata perkebunan.
“Jika akses jalan bagus, distribusi hasil bumi lebih cepat dan biaya logistik berkurang. Ujungpangkah akan semakin kompetitif dan warga semakin sejahtera,” Tutupnya.(dik)



















