TANJUNG PERAK|metrosoerya.com – Kawasan Wisata Religi Ampel berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (7/2) malam. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru daerah memadati puncak peringatan Haul Agung Sunan Ampel ke-549. Guna memastikan kekhidmatan acara, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menerjunkan personel penuh untuk mengawal jalannya rangkaian kegiatan di hari kedua tersebut.
Puncak keramaian mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB. Agenda diawali dengan prosesi kirab budaya yang diikuti sekitar 600 peserta.
Mengambil start dari Kampung Margi, iring-iringan tersebut bergerak menuju area Makam Sunan Ampel. Tak ayal, rute yang dilalui dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan tradisi tahunan tersebut.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat turun langsung memantau jalannya pengamanan.
Acara ini tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat umum, tetapi juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi kepolisian dan tokoh agama terkemuka.
Tampak hadir di jajaran tamu VIP antara lain Kabidkum Polda Jatim Kombespol Dr Sugeng Riyadi, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast, Direktur PPA Polda Jatim Kombespol Ganis Setyaningrum, dan Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol dr Bayu Dharma Shanti.
Turut mendampingi pula Kapolrestabes Surabaya Kombespol Dr Luthfie Sulistiawan serta para ulama sepuh seperti Habib Abu Bakar Bin Hasan Assegaf dan KH Habib Mustofa Bin Muhammad Alaydrus.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto menyampaikan bahwa fokus utama kepolisian adalah menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan jamaah yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Ia menjelaskan bahwa strategi pengamanan dibagi menjadi delapan titik posko strategis.
“Kami memplot personel di titik-titik krusial, mulai dari Ring I di Makam Sunan Ampel dan Masjid Ampel Lama, hingga pos pantau di jalur akses seperti Jalan Panggung, KH Mas Mansyur, hingga area parkir pertukangan,” ujar Suroto.
Puncak kekhusyukan terjadi saat memasuki sesi Yasin dan Tahlil yang dipusatkan di area makam. Sedikitnya 4 ribu jemaah larut dalam doa bersama untuk mengenang wafatnya tokoh Wali Songo, Sayyid Ali Rahmatullah, yang merupakan pilar penyebar Islam di tanah Jawa pada abad ke-15 tersebut.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan yang melibatkan mobilisasi massa sangat besar. Fokus kami adalah memastikan kenyamanan peziarah yang datang dari dalam maupun luar kota Surabaya,” tambah Iptu Suroto.
Rangkaian haul ini berlanjut hingga Minggu (8/2). Agenda hari ketiga diisi dengan kegiatan sosial dan religius, yakni khitanan massal bagi puluhan anak pada pagi hari, serta ditutup dengan pengajian Hadroh pada malam harinya yang diprediksi akan dihadiri sekitar 1.000 jemaah. (*)













