Dorong Transformasi Layanan Publik, BKKBN Jatim Perkuat Karakter Kepemimpinan dan Pola Pikir ASN

Jawa Timur8 Views
banner 468x60
Spread the love

Meteosoerya.com||Pasuruan – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Penguatan Karakter Kepemimpinan dan Pola Pikir ASN dalam Mendorong Transformasi Layanan Publik Yang Prima Tahun 2026”.

Kegiatan pembukaan yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 12 hingga 13 Februari 2026, bertempat di Surya Hotels & Cottages Prigen, Kabupaten Pasuruan.

banner 336x280

Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, SE., MSi., dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk menjawab meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik yang cepat, transparan, dan adaptif.

“ASN saat ini dituntut untuk memiliki jiwa melayani dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Melalui penguatan karakter kepemimpinan, kita ingin membangun fondasi integritas yang kuat, kemampuan mengambil keputusan etis, serta memotivasi tim untuk mencapai visi bersama demi lingkungan kerja yang produktif dan berdaya saing tinggi,” ujar Sukamto.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh pegawai mampu mengimplementasikan transformasi layanan publik secara nyata di wilayah tugas masing-masing,” pungkas Sukamto.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Emil Dardak menekankan pentingnya pergeseran pola pikir ASN dari sekadar menjalankan perintah secara mekanis menjadi insan yang kritis dan kreatif.

Emil menyoroti tantangan dunia modern di mana instruksi yang bersifat kaku dan sangat detail (micro-management) kini sudah mulai digantikan oleh peran Artificial Intelligence (AI).

“Instruksi yang sangat spesifik dan kaku itu adalah ranah AI. Namun, memimpin manusia membutuhkan hati dan pemikiran kritis. Kita ingin ASN yang mampu menjadi problem solver, bukan justru menjadi bagian dari masalah atau bahkan ‘berbisnis’ di atas masalah,” tegas Emil Dardak.

Emil juga mengapresiasi peran penyuluh KB yang selama ini bekerja dengan sistem “jemput bola” di lapangan. Menurutnya, kemampuan persuasif dalam menghadapi masyarakat yang beragam secara kultural dan psikologis adalah bentuk nyata dari kecerdasan emosional yang tidak dimiliki oleh mesin.

Kegiatan fullday meeting ini dirancang untuk mengubah pola pikir (mindset) aparatur agar lebih kritis dan inovatif dalam menghadapi tantangan birokrasi.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pertemuan ini antara lain meliputi membentuk pemimpin di setiap level yang mampu menjadi teladan dan mengelola perubahan, menstandardisasi layanan publik agar lebih prima dan responsif, dan memperkuat nilai-nilai etika dalam bekerja guna mendukung penyederhanaan birokrasi yang efektif.

Kegiatan ini diikuti oleh total 165 peserta yang terdiri dari berbagai elemen di lingkungan BKKBN Jawa Timur, antaranya Pejabat Fungsional Ahli Madya, Muda, dan Pertama, Tenaga Administrasi dan Operator Layanan Operasional, Kepala UPT Balai Diklat KKB Malang dan Jember, Perwakilan Juang Kencana dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), dan Perwakilan
media massa sebagai mitra diseminasi informasi.

Penyelenggaraan kegiatan ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010 dan Keputusan Kepala BKKBN Nomor 297/2022 mengenai sistem kerja penyederhanaan birokrasi. @Arifim bedor

banner 336x280