Gresik, Metrosorya.Com – Gemuruh sorak sorai penonton memenuhi Stadion Semen Gresik saat partai puncak turnamen bergengsi Final Champions U-10 mempertemukan dua kekuataan besar sepak bola dini, Persikeds melawan Sindogres, pada Minggu (15/2/2026). Melalui perjuangan sengit Persikeds berhasil mengukuhkan posisi sebagai juara 2 (Runner-Up), sebuah prestasi prestisius bagi pembinaan atlet muda di Kabupaten Gresik.
Laga final ini menjadi ajang pembuktian kerja keras anak-anak asuh Persikeds. Sejak peluit awal dibunyikan intensitas tinggi langsung tersaji Persikeds tampil menyerang dengan strategi disiplin yang dikomandoi oleh Satria, bek tangguh yang tampil impresif sepanjang turanmen.
Perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Di laga perdana Persikeds tampil perkasa dengan menumbangkan WCP Pasopati. Sementara di partai final melawan Sindogres pertandingan berjalan sangat alot hingga berakhir dengan skor 0 – 0. Meski bermain imbang secara teknis, Sindogres berhak menyandang gelar juara pertama melalui keunggulan selisih gol sepanjang turnamen.
Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi kekuatan regional, di mana Persikeds tetap menjadi “Raja” di wilayah Gresik Selatan, sementara Sindogres mewakili ketangguhan wilayah utara.
Rona bahagia terpancar dari para orang tua pemain, termasuk Sulaiman, ayahanda Satria. Bagi pengusaha sukses ini, melihat Satria dan kawan- kawan berjuang habis-habisan di lapangan hijau adalah kemenangan sejati.
“Saya sangat bangga kepada Satria dan seluruh tim. Mereka membuktikan bahwa kerja keras mampu mampu membanggakan orang tua dan nama besar Persikeds. Ini proses belajar yang sangat berharga untuk masa depan mereka,” Ujar Sulaiman.
Tak sekedar memberi restu, Sulaiman pemilik CV. Satria Perkasa Sembilan berkomitmen penuh mendukung talenta lokal, baik secara moral maupun materil. Sinergi antara sektor usaha dan pembinaan olaraga yang ditunjukan CV. Satria Perkasa Sembilan diharapkan menjadi pemantik bagi kemajuan sepak bola di Gresik.
Manajemen Persikeds menyatakan bahwa gelar Runner-Up ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menatap turnamen di level yang lebih tinggi. Keberhasilan Satria dkk menjadi pesan kuat bahwa pembinaan usia dini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak atlet profesional masa depan.(dik)
















