Ratusan Warga Iker-iker Geger Kepung PT JPN; “Jangan Jadikan Kami Penonton di Tanah Sendiri!”

Daerah, Peristiwa56 Views
banner 468x60
Spread the love

Gresik, Metrosoerya.Com – Atomsfer di Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, mendadak memanas pada Senin siang (16/02/2026). Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) tumpah ruah ke jalan, mengepung gerbang utama PT JPN dalam aksi protes besar-besaran menuntut keadilan dan hak atas udara bersih.

Aksi yang dimulai dengan long march dari Balai Desa ini menyatuhkan seluruh elemen masyarakat mulai dari Pemerintahan Desa, BPD, Pemuda Karang Taruna, hingga ibu-ibu rumah tangga yang merasa ruang hidupnya kian terhimpit oleh polusi dan ketimpangan kesempatan kerja.

banner 336x280

Kordinator aksi, Iswahyudi menyatakan bahwa kesabaran warga telah habis kehadiran industri yang diharapkan membawa kesejahteraan justru dianggap hanya menyisakan bau menyengat yang menggangu kesehatan.

“Tuntutan kami adalah harga mati: prioritaskan tenaga kerja lokal dan hilangkan bau busuk ini! Kami tidak mau hanya mendapatkan limbahnya saja, sementara peluang kerja tertutup bagi kami,” Ujar Iswahyudi.

Dua tuntutan utama FKM Iker-iker Geger :

*Prioritaskan tenaga kerja lokal: menuntut PT JPN memaksimalkan penyerapan warga Desa Iker-iker Geger dalam proses rekrutmen karyawan.

*Penanganan polusi udara: mendesak perusahaan segera menghilangkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas operasional pabrik.

Mediasi Alot: warga menolak pulang tanpa komitmen tertulis.

Meski aparat gabungan dari Polres Gresik dan Polsek Cerme telah memfailitasi mediasi antara perwakilan warga dan manajemen, jalan tengah belum juga ditemukan. Sebanyak delapan perwakilan warga yang masuk ke ruang dialong melaporkan bahwa diskusi berlangsung sengit dan buntu.

Warga menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum ada kesepakatan hitam diatas putih. “Pilihannya hanya dua bagi perusahaan perbaiki sistem pengolhan limbah atau hentikan operasional sama sekali,” Tegas salah satu warga.

Manajemen masih bungkam, situasi di depan PT JPN masih mencekam namun terkendaki di bawah pengawalan ketat personil TNI-Polri. Di sisi lain, pihak manajemen PT JPN masih memilih menutup diri dan belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang protes yang melumpuhkan akses masuk perusahaan tersebut.(dik)

banner 336x280