Kepala SPPG Way Rilau Sampaikan Klarifikasi Isu Dapur MBG Bau dan Pengelolaan Sampah Yang Salah.

Daerah459 Views
banner 468x60
Spread the love

Klarifikasi Kepala SPPG Way Rilau Terkait Isu Bau dan Pengelolaan Sampah Dapur MBG

 

banner 336x280

Metrosoerya.com. Tanggamus — Cukuh Balak, 28 Maret 2026 — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Way Rilau, Kecamatan Cukuh Balak, Muhyin Nizom, S.Kom, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut dapur MBG di wilayah tersebut menimbulkan bau tidak sedap, melakukan pembuangan sampah sembarangan, serta minim melibatkan relawan lokal.

 

Muhyin menilai informasi yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia secara tegas membantah tudingan bahwa sampah yang menjadi sorotan berasal dari aktivitas dapur MBG.

 

Menurutnya, sampah yang ditemukan di lokasi tersebut merupakan sampah masyarakat yang sudah lama dibuang di area itu, bukan dari operasional SPPG. Pernyataan ini diperkuat oleh Zalbari, pemilik lahan yang digunakan sebagai tempat pembuangan.

 

“Iya, itu lahan kami. Tempat tersebut sudah lama menjadi lokasi pembuangan sampah masyarakat umum. Saya juga sering berada di lokasi tersebut untuk memelihara tanaman pisang, dan saya bisa memastikan dapur MBG Way Rilau tidak pernah membuang sampah di sana,” ujarnya.

 

Muhyin menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sistem pengelolaan sampah tersendiri, termasuk lokasi pembuangan khusus yang berada jauh dari permukiman warga. Langkah ini, menurutnya, dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

 

Terkait isu bau tidak sedap, ia memastikan bahwa pengelolaan limbah dilakukan secara rutin melalui pengurasan menggunakan layanan sedot WC setiap tiga hingga tujuh hari. Proses tersebut dijadwalkan pada malam hari guna menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

 

“Semua dilakukan secara terjadwal dan pada waktu yang tidak mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.

 

Sejumlah warga juga memberikan keterangan yang berbeda dari isu yang beredar. Khozin, warga sekitar dapur MBG, mengaku tidak pernah merasakan adanya bau tidak sedap.

 

“Tidak ada bau, karena lokasi pembuangan sampahnya jauh dari lingkungan dapur MBG,” katanya.

 

Selain itu, Muhyin turut meluruskan informasi terkait keterlibatan relawan. Ia membantah klaim yang menyebut hanya 20 relawan lokal yang terlibat. Berdasarkan data SPPG, dari total 47 relawan, sebanyak 41 orang merupakan warga Pekon Way Rilau, sementara sisanya berasal dari pekon sekitar seperti Gedung, Suka Padang, Pampangan, Putih Doh, Tanjung Raja, dan Pekon Doh—yang seluruhnya masih berada di wilayah Kecamatan Cukuh Balak.

 

“Kami terbuka. Data relawan dapat diverifikasi, dan mayoritas memang warga lokal,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang pertama kali menyampaikan isu tersebut. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan berimbang kepada masyarakat terkait kondisi yang sebenarnya.(YB).

banner 336x280