JOMBANG – Metro soerya. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat infrastruktur daerah melalui skema pemeliharaan rutin.
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tim Mandor Jalan Dinas PUPR bergerak masif melakukan perbaikan ruas jalan kabupaten guna menjaga kondisi jalan tetap mantap dan aman bagi pengguna jalan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bustomi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam merespons kerusakan jalan skala kecil secara cepat. Penanganan dilakukan dengan menggunakan material yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, yakni Coldmix dan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen).
“Mandor Jalan kami setiap hari melaksanakan pemeliharaan rutin di berbagai titik. Rekapitulasi pengerjaan sejak 28 Januari hingga 9 Februari 2026 menunjukkan sebaran perbaikan yang merata di empat wilayah kerja utama,” ujar Bustomi.
Berdasarkan data Dinas PUPR, pemeliharaan rutin tersebut mencakup wilayah sebagai berikut:
1. Wilayah Kerja Ploso
Penanganan difokuskan pada enam ruas utama, di antaranya jalur Tapen – Sumberteguh, Jatigedong – Tapen, hingga perbatasan Kabupaten Mojokerto di Ngusikan. Mayoritas pengerjaan di wilayah ini menggunakan metode Lapen, sementara ruas Kabuh – Tapen dan Ploso – Munung menggunakan Coldmix.
2. Wilayah Kerja Jombang
Di pusat kota dan sekitarnya, terdapat 12 ruas jalan yang telah tuntas dilakukan penambalan menggunakan Coldmix. Beberapa jalur strategis tersebut meliputi Cukir – Godong, Denanyar – Megaluh, hingga Tembelang – Kedungotok.
3. Wilayah Kerja Mojoagung
Tim Mandor Jalan menangani 11 ruas jalan di wilayah timur, termasuk akses penghubung antar-kecamatan seperti Betek – Sumobito, Mojoagung – Mojoduwur, dan jalur perbatasan kota hingga batas Kabupaten Mojokerto. Seluruh penanganan di wilayah ini menggunakan material Coldmix.
4. Wilayah Kerja Ngoro
Kawasan selatan dan dataran tinggi juga tidak luput dari pemeliharaan. Sebanyak 11 ruas jalan diperbaiki, mulai dari jalur wisata Bareng – Wonosalam, Ngoro – Bareng, hingga Wonosalam – Jabung yang mendapatkan penanganan Lapen.
Bustomi menegaskan bahwa mobilitas tim Mandor Jalan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih luas akibat beban kendaraan maupun faktor cuaca.
“Dengan pemeliharaan rutin yang konsisten, kami berupaya memastikan distribusi barang dan mobilitas masyarakat tetap lancar, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan berlubang,” pungkasnya.
Kegiatan rutin ini menjadi salah satu pilar utama Dinas PUPR Jombang dalam mendukung optimalisasi infrastruktur berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.(pul)













